Teringat Lagi, Teringat Lagi
Kembali teringat lagi. Memori gue
mundur lagi beberapa minggu yang lalu. Gue kembali sedih dan punya perasaan “kenapa sih dia harus begitu?” Gue bertanya-tanya
sendiri, “apa yang sebenarnya gue sedihkan?
Sedih karena kehilangan dia? Atau kenapa?”
Ya Allah tenangkan perasaan ini. Gue gak bisa bohongin perasaan
gue, tiba-tiba jadi kangen dia. Beginilah kalau sudah menaruh rasa ke orang. Mau
sibuk kaya apa, ingat lagi. Gue kaya orang bodoh gak sih? Tapi gue manusia,
punya rasa senang, sedih, dan lainnya. Jadi kalau lagi senang ya senang, sedih
ya sedih aja. Gak usah ditahan-tahan kan? Kalo kangen ingin ungkapkan sesuatu
gak apa-apa kan?
Ini mungkin terlihat classic.
Gak apa-apa, hati lega kemudian.
Gak apa-apa, hati lega kemudian.
------------
Hai, Tuan
Sehatkah dirimu?
Hari ini kabarku sedikit pilu
teringat kembali yang lalu
Hari ini kabarku sedikit pilu
teringat kembali yang lalu
kamu jadi tokoh istimewa saat itu
Senangnya, sampai berucap syukur
Senangnya, sampai berucap syukur
Oh ya, aku ingin dengar,
Bagaimana ya dirimu tentang aku?
Apakah rasa istimewa kita sama?
Bagaimana ya dirimu tentang aku?
Apakah rasa istimewa kita sama?
Salam sayang
Aku
Aku
------------
Komentar
Posting Komentar