Amateur Urban Farming



Urban farming, sering kali gue denger tentang hal ini. Dulu gue gak pernah peduli apa itu farming, taneman, kebun, whatever. Sepintas dipikiran gue pada saat itu “yailah nanem-nanem ngapain sih.” Seakan gue menyepelekan. Karena gue menganggap bertanam kegiatan yang membosankan. Cocoknya hanya untuk orang sudah berkeluarga atau mengisi hiburan dikala cucu sedang asik bermain.

Namun, itu semua terbantahkan.

Ternyata kegiatan farming seperti ini justru membuat gue jadi lebih happy. Gak perlu lo nunggu punya keluarga dulu atau anak atau lainnya, dengan kita semuda ini menjadi kesempatan baru untuk belajar lebih dini. Apalagi manusia seperti gue yang kadang serius kadang gak, kadang mageran juga, suka ogah-ogah. Eh, bisa juga loh gue bertani. Honestly, farming is not easy. Butuh kesabaran, konsisten, tekun dan kesungguhan hati dalam merawatnya. Disinilah gue memahami meaning ‘Farming’ yang bisa masuk dalam aspek kehidupan kita.

---------

Kembali ke judul utama “Urban Farming.” Urban artinya kawasan perkotaan dan Farming artinya pertanian. Jadi, Urban Farming adalah pertanian di kawasan perkotaan. Sederhananya begini, karena di perkotaan ini sulit sekali mencari tanah kosong untuk bercocok tanam, maka kita bisa menciptakan pertanian kecil-kecilan diperkarangan rumah kita sendiri. Ini semua bisa dilakukan dihalaman rumah minimalis, atau di teras rumah, bisa juga dibalkon ataupun rooftop. Asalkan tempatnya terkena sinar matahari.

Gue melakukan kegiatan ini berawal dari iseng-iseng. I think “kayanya seru juga ya kalau di rumah bisa bercocok tanam” ada kegiatan baru, ilmu baru, hobi baru, ya daripada hanya dibayangin, lebih baik segera terapkan. Toh juga gue suka ngelakuin ini. Untuk mengawali ini semua gue memulai dengan hal paling simpel, yaitu bercocok tanam hidroponik.

Sebagai Urban Farmers amateur alias petani amatiran, hidroponik adalah pengenalan awal untuk diri gue mengenai cara baru dalam bercocok tanam. Oh ya, pertama kali gue tiba-tiba tertarik mengulas hidroponik gara-garanya gue pernah mampir ke salah satu Festival Tanaman Organic di Jakarta. Disitu ada banyak banget macam-macam yang mereka pamerkan, menarik perhatian gue salah satunya hidroponik. Biasanya kan kita nanem pakai tanah, nah ini menurut gue menarik karena hidroponik medianya air. Penasaran belum pernah coba, gue pun cari tau info sana-sini.

Sampai pada akhirnya gue menemukan titik temu.

Starter kit hidroponik. Yes! Starter kit ini paket lengkap ketika kalian ingin belajar hidroponik. Dari bak, bibit, nutrisi sampai dapat panduan juga proses tahap menanamnya. Sangat memudahkan bagi yang ingin belajar bertani seperti gue. Semua media yang sudah disediakan, belum menjamin bisa langsung berhasil ya. Gue pernah melakukan kegagalan selama 2 kali. Pokoknya gak semudah itu. Dari mulai kontrol cahaya, air, media rockwool semuanya harus diperhatikan.

---------

Ini beberapa dokumentasi proses bercocok tanam sistem hidroponik yang kemarin udah gue terapin.
Hidroponik yang gue tanam ini adalah tanaman Sawi Samhong King.


Bibit benih yang ditaruh diatas rockwool


Benih sudah bertumbuh dan berdaun


Benih sudah berdaun 4 dipindahkan ke net pot, kemudian ditaruh dalam bak yang berisi air+nutrisi

Sudah mulai bertumbuh daun yang cukup besar

Kira-kira ini udah minggu ke 5



Masuk masa panen, YEAH !!

Panen 


Panen

Jadi buat kalian yang mau coba bercocok tanam seperti gue ini, cobain aja ya. Ini salah satu kegiatan yang seru dan menarik. Percaya deh rasanya seperti belajar mencintai alam dengan cara sederhana.

Selamat ikut mencoba menjadi Urban Farmers ya !


Ku tunggu cerita kalian juga.

Komentar

  1. Balasan
    1. Iyaa seger banget, dicoba mas siapa tau mau dipraktekkan juga. Hehe

      Hapus
    2. sebenarnya tempat tinggal depannya udah di tanemi bayem , tapi bukan yang hidoponik. bayem liar tumbuh, bijinya disebarsetiap minggu bisa panen. berencana buat begini jga sih

      Hapus
  2. Mau beli starter kit hidroponiknya dimana ya? Aku tuh susah banget kalau disuruh bercocok tanam. Kemarin udah menanam cabai eh malah mati..sedih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Hayuni. ini aku belinya di tokped. Disana banyak banget nyediain starter kit, kamu bisa cari-cari yang kamu suka hahaah. Waktu awal-awal pertama kali aku juga sempat gagal, dicoba-coba lagi aja Hayuni, sampai berhasil, ehehe.. Share-share kalau udh panen hihihiy

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cuek Bebek

Sambut Oktober!